Akhir Juni, Investor dari India dan Inggris Bakal Berkunjung ke Jeneponto, Ini Tujuanya

samsir, 02 Jun 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

JENEPONTO,- Akhir Juni 2020 mendatang, Investor dari Negara India dan Negara Inggris bakal berkunjung ke Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan.

Kedua investor itu diketahui, Prof. Dr. Philip Stokoe MBBS, DR.,Ph, Pracma,MPH.,MSC dari Negara India dan Elliot Spoorner dari Negara England (Inggris).

Rencana kunjungannya itu, mereka ingin melihat dan menyaksikan langsung PT. Natsou Craft milik seorang pengusaha muda cantik yang bergerak di bidang industri kreatif (kerajinan) yang beralamat di jalan Pahlawan No.23, Kelurahan Empoang Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto.

Adalah, Sry Shanty Bunga (29) akrab disapa Bunga pengusaha termuda jabatan Chief Executive Officer (CEO) asal Kabupaten Jeneponto.

Dia menjelaskan, tujuan kedua investor tersebut ingin berkunjung ke Kabupaten Jeneponto, selain melihat langsung usahanya. Mereka juga sangat tertarik dengan jenis usaha milik Bunga yang unik, seperti. Souvenir, miniatur, boneka dan costum adat seluruh Indonesia.

Dari jenis usaha yang dilakoninya itu, wanita cantik tersebut menghantar nama harum daerahnya ketingkat Probinsi dan Nasional. Juara 1 Pemilihan Pengusaha Muda Pemula Tingkat Provinsi 2015 dan juara 1 Pemilahan Best Bussines Tingkat Nasional pada 2016 lalu.

Kemudian, juara 1 Pengusaha Termuda Tingkat Nasional, juara 1 Kategori Industri Kreatif Tingkat Nasional pada 2016 dan juara 1 Kategori Produk Kreatif pada 2018 lalu.

Dengan prestasi tersebut, tentu suatu kebanggaan bagi Bunga, karena berhasil membawa nama baik Kabupaten Jeneponto. Namun sayang, perjuangan Sry Shanty Bunga di daerahnya justeru banding terbalik dengan impiannya. Dia mengaku tidak dapat perhatian samasekali dari pemerintah.

"Tidak ada sama sekali kak, jangankan perhatian, dalam bentuk dukungannya pun tidak ada. Saya memakai uang pribadi saya dari hasil menjual souvenir untuk berangkat mengharumkan nama kab. Jeneponto," tulis Bunga melalui via whatsApp kapada Indonesiasatu.co.id, Selasa (02/6/2020).

Dia membeberkan, tak secuil pun bentuk anggaran dari Pemda Jeneponto buatnya untuk mengembangkan usahanya tersebut. Melainkan, semua anggaran yang digunakan dari hasil usaha souvenirnya.

"Semua anggota yang saya bina memakai uang kas hasil penjualan souvenir. Padahal ini adalah organisasi yang nyata dalam memperdayakan perempuan Indonesia," tulis Bunga lagi.

Meski demikian, pengusaha muda itu tak berhenti sampai disitu dan tak pernah putus asa. Dibalik impiannya, ia berhasil meyakinkan investor dari luar negeri setelah tinggal di Bali selama 4 bulan lalu untuk mempresentasekan produknya dari 6 negara, yakni. Francis, Belanda, Arab Saudi, India, Korea dan Japanese.

"Saya heran, orang asing di luar sana sangat lebih menghargai karya seorang perempuan desa, dibanding pemerintah setempat yang ada di daerahku sendiri," sindirnya.

Usaha yang dilakoninya itu, melibatkan, 4 manager, 130 anggota anak muda, 40 perempuan pengangguran dan 7 orang mantan pemulung yang diberdayakannya.

Ia berharap agar Kabupaten Jeneponto bisa memproduksi karya-karya yang lebih menarik bagi orang-orang asing dan Go Internasional.

"Saya punya rencana kedepan, setelah souvenir ini di jual keluar daerah dan di luar negeri, saya mau sekali tambah karyawanku. Saya mau rekrut perempuan yang menganggur di luar sana untuk bekerja khususnya yang ada di jeneponto," harapnya.

Selain itu, kepada Pemerintah Kabupaten Jeneponto, Bunga juga berharap agar diberikan dukungan, disuppor dan diperhatikan, tambahnya.

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu